Kenapa Biaya Umroh Semakin Mahal

biaya umroh semakin naik

Bila Anda mencermati trend biaya umroh sepanjang 10 terakhir ini mungkin saja mengerti kalau ada kenaikan cost umroh setiap tahunnya. Catatan kami tunjukkan kalau cost umroh pada th. 2005 untuk sarana setara bintang 3 masihlah di kisaran 800 US$ atau sekitaran 7-8 juta ketika itu. Walau sebenarnya pada th. 2016 ini cost umroh kelas dengan kelas setara tak kurang dari US$1. 500 an atau setara dengan 24 jutaan rupiah, artinya ada kenaikan nyaris 3 kali lipat di banding 10 th. lantas.

Walau sebenarnya, bila kita memperbandingkan dengan indeks inflasi BPS, rata rata selisih harga pada th. 2005 serta 2015 tidaklah sampai 2 kali lipat, dengan kata lain cost umroh naik sekitaran 50% dibanding dengan rata rata barang mengkonsumsi yang lain.

Satu diantara sebab yang masuk akal dengan kenaikan harga mencolok itu yaitu ada monopoli di industri ini. Bukanlah rahasia bila pasar yang berbentuk monopolistik condong jadikan harga barang jadi lebih mahal dibanding pasar persaingan prima.

Terkecuali sangkaan monopoli, adakah sebab lain yang mengakibatkan kenaikan harga paket umroh jadi makin tak terjangkau. Untuk menjawab pertanyaan ini mungkin saja kita mesti mengerti karakter suprastruktur kelembagaan industri umroh terlebih dulu terutama dulu.

Berdasar pada data yang kami himpun dari situs Kementerian agama, ada sekitaran 500an penyelenggara umroh resmi atau kerap dimaksud PPIU yang bisa beroperasi di Indonesia.

Dari 500 an penyelenggara umroh resmi itu, ada 120 travel yang bisa mengolah visa, atau kerap dikatakan sebagai provider visa. Meskipun jumlahnya relatif banyak, dari pengalaman kami mengelola situs ikhram, cuma ada sekitaran 50 an travel umroh yang menguasai pasar. Butuh di ketahui juga paham kalau terdapat beberapa jaringan travel umroh yang dikelola oleh sebagian pelaku yang mempunyai ikatan keluarga.

Dalam soal susunan asosiasi juga industri umroh ini cukup unik karenanya ada 4 asosiasi yang sama-sama ” bergesekan “. Hal semacam ini tak demikian umum, lantaran umumnya dalam tiap-tiap industri cuma ada 2 asosiasi yang sama-sama berkompetisi.

Sebab ada sebagian asosasi ini kami amati lebih pada hasrat untuk kuasai sebagian komponen kunci utama dalam umroh, salah satunya yaitu visa. Argumennya yaitu kriteria untuk jadi provider visa mesti mempunyai referensi dari asosiasi PPIU terlebih dulu.

Bila kita menyimak karakter pasar monopoli, kelembagaan industri umroh di Indonesia cendurung tak menimbulkan ciri-ciriistik monopolistik lantaran rendah entry barrier nya, banyak pelakunya, modal masuk industri rendah serta regulasi relatif tak bertindak.

Mahalnya Cost Komponen Umroh

Lantaran kita susah menyampaikan kalau dengan cara kelembagaan di industri umroh ada praktek monopoli, kita mesti perhatikan apakah komponen penyusunnya punya potensi dimonopoli pihak spesifik. Dari tulisan kami terlebih dulu, kita dapat mengerti kalau cost yang paling mahal dari paket umroh yaitu ticket pesawat.

Untuk menelusuri apakah rute Indonesia – Saudi Arabia dimonopoli pihak spesifik, kita dapat teliti harga di situs farecompare. Penelusuran simpel kami tunjukkan kalau ada sekitaran 27 pilihan penerbangan dengan harga dari mulai 500an US$ sekali jalan untuk keberangkatan bln. Maret 2016.

Lihat disini: http://sewabusyogyakarta.com/

Dengan pilihan rute sedemikian banyak, pastinya susah bila ada satu diantara maskapai menginginkan mengontrol harga. Sebagai pembanding, kita dapat teliti hasil tender penyelenggaraan haji tiap-tiap tahunnya. Di sana kita dapat saksikan kalau komponen ticket pesawat sendiri telah meraih 2. 100an US$.

Cost ini lebih mahal di banding penerbangan reguler lantaran ini yaitu sifatnya yaitu carteran satu arah, pesawat kosong pada perjalanan pulang, dan ada perjalanan reguler yang perlu dikorbankan. Ada harapan cost transportasi dapat ditekan dengan turunnya harga minyak dunia, meskipun harga minyak cuma berperan pada sekitaran 12% dari susunan cost maskapai.

Mengacu cost ticket sekitaran 10 th. lantas, catatan kami tunjukkan kalau ticket Garuda masihlah pada kisaran 500 US$ untuk pulang pergi, hingga dalam komponen termahal ini memanglah ada kenaikan kian lebih 100%.
Terkecuali ticket pesawat, komponen cost yang cukup penting yaitu cost akomodasi di Mekkah atau Madinah. Dari catatan kami, cost hotel bintang 5 di mekkah pada th. 2005 masihlah sekitar sekitaran 300 SAR /hari, pada th. 2015 ini harga telah tak ada yang di bawah 600 SAR, serta tipikal di 700-800 SAR.

Angka ini jauh di atas kenaikan indeks customer Saudi Arabia yang cuma meraih 40% dalam 10 th. paling akhir.
Komponen yang lain berbentuk harga makanan, transportasi serta muthawif rasa-rasanya pada umumnya tidaklah terlalu penting sepanjang 10 th. paling akhir yang cuma naik sekitaran 30-40%.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>